Selasa, 10 Mei 2011

SKB - Aspek Teknis/Produksi


ASPEK TEKNIS/ OPERASI PRODUKSI

Pengertian
Aspek Teknis Operasi sering dikenal dengan Produksi.
Aspek ini meliputi: Penentuan Lokasi, luas Produksi/ area, tata letak (lay out), penyusunan peralatan  pabrik, termasuk pemilihan teknologi.

Tujuan Aspek teknis
       Menentukan Lokasi yang tepat (Pabrik, gudang, kantor cabang/ pusat)
       Menentukan Lay out yang sesuai dan efisiensi
       Menentukan Teknologi yang tepat guna
       Menentukan metode persediaan yang paling ideal sesuai bidang usahanya
       Menentukan Kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan masa depan

Penentuan Lokasi Usaha
       Jenis Usaha yang dijalankan
       Apakah dekat dengan Pasar atau Konsumen?
       Apakah dekat dengan bahan baku?
       Apakah tersedia tenaga Kerja?
       Apakah tersedia Transportasi, listrik, air?
       Apakah dekat dengan Pusat Pemerintahan?
       Apakah dengan dengan lembaga keuangan?
       Apakah berada pada kawasan Industri (Mis.Jababeka)?
       Apakah ada kemudahan berekspansi?
       Apakah Kondisi adat istiadat, budaya setempat mendukung?
       Apakah Legalitas/ hukum diberlakukan?

Metode Penentuan Lokasi
       Metode Penilaian Hasil (Value) ~~ (Pasar, bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pertimbangan lainnya)
       Metode Perbandingan Biaya (Cost Comparison Method) ~~ Bahan Baku, bahan bakar & listrik, biaya operasi, biaya umum, biaya lainnya.
       Metode Analisis Ekonomi (Economc Analitic Method) ~~ Biaya sewa, tenaga kerja, pengangkutan, bahan bakar, pajak, perumahan, sikap masyarakat, dan lainnya

Pertimbangan Pembuatan Pabrik
       Faktor primer, (dekat dengan Pasar, bahan baku, tenaga kerja, fasilitas, sarana-prasarana, sikap masyarakat)
    Faktor Sekunder, (Biaya investasi tanah dan gedung, prospek kemajuan, perluasan lokasi, fasilitas penunjang, iklim tanah dan pajak)

Luas Produksi
Luas produksi merupakan jumlah atau volume hasil produksi yang seharusnya diproduksi oleh perusahaan dalam satu periode tertentu.
Luas produksi dapat diukur dengan indikator sbb :
       Kecenderungan Permintaan yang akan datang
       Kemungkinan Pengadaan bahan baku, pahan pembantu, tenaga kerja, dan lain-lain
       Tersedianya teknologi, mesin dan peralatan pasar.
       Daur produk, dan produk subtitusi

Pendekatan Konsep
       Marginal Cost dan Marginal Revenue
Harga jual produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan Rp 200,00 per unit. Tunjukkan persamaan dan kurva penerimaan total perusahaan ini. Berapa besar penerimaannya bila terjual barang sebanyak 350 unit ?
Jawab :
R = Q x P
R  = Q x 200 = 200Q
Bila Q = 350 → R = 200 (350)  = 70.000

FC = Biaya tetap (k)
VC = Biaya Variabel f (Q)
Biaya Variabel   = AVC  = VC/Q
Biaya rata-rata  = C = C/Q
Marginal Cost = MC = dC/dQ
Biaya tetap rata-rata = AFC = FC/Q

Contoh Soal :
Andaikan biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukan oleh persamaan C = 20.000+100 Q penerimaan totalnya R = 200 Q.
Pada tingkat produksi berapa unit perusahaan mengalami pulang pokok ?
Apa yang terjadi jika perusahaan memproduksi 150 unit ?

Jawab ;
Diketahui :
C  =  20.000 + 100Q
R  =  200Q,   Syarat Pulang Pokok
R  =  C
300Q  =  20.000 + 100Q

Tata Letak (Lay Out)
       Fixed Position/ Posisi tetap
       Process Oriented/ Otrientasi Proses
       Office LaayOut/Tata letak Kantor
       Rittel and Service LayOut
       Werehous LayOut/ Tata Letak eceran
       Product LayOut/Tata Letak Produk
       Warhous Lay Out/ Tata Letak Gudang

Lay Out yang Ideal
       Kapasitas dan tempat yang dibutuhkan
       Peralatan untuk menangani material/ bahan
       Lingkungan dan estetika
       Arus Informasi dan komunikasi
       Biaya perpindahan antar tempat kerja yang berbeda
       Pertimbanganya (Produk yang dihailkan, Kebutuhan akan ruang, urutan produksi, jenis dan berat peralatan.

ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
       Carrryng cost (Biaya angkut/ Penyimpanan)
       Ordering Cost (Biaya Pemesanan)
       Total Cost (Biaya Total)

Reorder Point (ROP) dan Safety Stok


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar