Kamis, 12 Mei 2011

Perdagangan Internasional- Neraca Pembayaran


Definisi Neraca Pembayaran
Neraca Pembayaran adalah catatan sistematis dari semua transaksi ekonomi inter nasional ( perdagangan, investasi, pinjaman) yang terjadi antara penduduk dalam negeri suatu negara dengan penduduk luar negeri se lama jangka waktu tertentu ( 1 th.) yang dinyatakan dalam satuan uang dolar AS.

Fungsi Neraca Pembayaran :
  1. Sebagai alat pembukuan & alat pembayaran luar negeri agar pemerintah dapat mengambil keputusan untuk mema sukan barang dari LN atau tidak dan dapat membayar tepat pada waktunya.
  2. Sebagai alat untuk menjelaskan pengaruh transaksi LN terhadap pendapatan nasional.
  3. Sebagai alat untuk mengukur keadaan perekonomian dalam hubungan internasional dari suatu negara.
 Tujuan dibuat neraca pembayaran :
1.       Memberi keterangan kepada pemerintah mengenai posisi internasional negara yang bersangkutan
2.       Membantu pemerintah dalam mengambil keputusan dibidang politik perdagangan dan urusan pembayaran kepada bank
3.       Membantu Pemerintah dalam mengambil keputusan di bidang politik moneter dan fiskal . 
Neraca Pembayaran terdiri dari beberapa transaksi:
  1. Transaksi Barang, semua transaksi yg menyangkut ekspor-import barang yg terjadi antara 2 negara atau lebih.
  2. Transaksi Jasa, Transaksi yg. Meliputi pemberian atau peneri maan jasa yg terjadi antara 2 negara atau lebih
  3. Transaksi Modal, Transaksi pinjaman -meminjam LN
Sistem Pembayaran Internasional
Pembayaran Internasional dapat dilakukan dalam :
  1. Pertukaran Barter
  2. Sistem standar Emas Penuh
  3. Sistem standar Emas Devisa
  4. Sistem uang Internasional
  5. Sistem kurs Devisa.

PERTUKARAN BARTER
       Neraca Pembayaran Neg.A
                     tahun 1990
       --------------------------------------
     Ekspor                        +  90
     Impor                           - 100
     Nerca Perdagangan    -   10
     Pinjaman                     +  10
                                               0
    Kekuranngan ditutup dengan Pinjaman.
Catatan:
  1. Satuan hitung harus seragam/sama untuk semua transaksi
  2. Diberi tanda  " + " bagi apa yang kita kirim ke luar Negeri dan tanda " - " bagi apa yang kita terima dari Luar negeri.
  3. Pijaman diberi tanda + karena sebetulnya kita mengirim keluar negeri surat utang.
  4. Saldo neraca pembayaran selalu = 0  karena semua aliran keluar dimbangi aliran masuk.

Neraca Pembayaran Negara A tahun 1990
( dalam unit bahan makanan)
----------------------------------------------------
         Ekspor                             +   90
         Impor                               - 100
         Neraca Perdagangan     -   10
         Stok Nasional                  +  10
         Saldo ---------------------       0  
Ct. Stok Nasional mencatat tanda "+"Negara A mengirim ke Luar negeri Stok nasionalnya                          

 Neraca Pembayaran Negara B
sebagai partner Negara A
pada tahun yg. Sama (1990)
----------------------------------------------------
Ekspor ……………                      + 100
Impor………………                    -    90
Neraca perdagangan            +   10
Pinjaman …………                     -    10
Saldo ……………..                           0
Ct. Pos pinjaman menunjukkan tanda - kare na Negara B membeli surat utang Neg.A

Neraca Pembayaran Negara B
tahun 1990.
Ekspor ………………….                               +  100
Impor …………………...                            -    90
Neraca Perdagangan ---        +   10
Stok Nasional -------------        -   10
Saldo ……………………               0
Ct. Stok Nasional Neg.B tercatat - karena Negara B menerima kiriman Stok Barang dari negara A

Contoh: Dua Negara A dan B Dalam Contoh ke 2 Negara  A adalah mengalami defisit ( impor  > ekspor ) walaupun saldo akhir sama dengan Nol tapi sebenarnya Neg.A mengalami defisit.   Sebaliknya negara B dari apa yang diterima dari apa yang diekspor melebihi dari apa yang harus dibayar bagi kebutuhannya.
Kelebihan impor negara A. DIBIAYAI dengan pinjaman dari negara B. atau dengan kata lain Kelebihan impor dibiayai dengan " pengeksporan  surat utang"negara A ke negara B.
Pertanyaan apakah Negara A juga mengalami defisit jawabanya bisa iya dan bisa tidak.Mengapa?
          Penurunan stok nasional selalu berarti Defisit , sedangkan kenaikan stok nasional selalu menunjukkan surplus.
          Turun-naiknya stok nasional belum mencermin kan seluruh difisit/ surplus neraraca pembayaran. Tapi kita harus melihat apa yang terjadi pada pos pinjaman.
          Pinjaman atas kemauannya sendiri atau Otonom / aotonomous inflow berbeda dengan pinjaman karena kelebihan impor(acomodatif /accomodatif inflow)
          "Pinjaman " Otonom berarti surplus
          "Pinjaman " Accomodatif adalah merupakan bagian dari defisit

NERACA PEMBAYARAN NEGARA C
TAHUN 2009
---------------------------------------
EKSPOR ………………………    +  200
IMPOR …………………………    -  250 
Neraca Perdagangan ………..     -    50
Pinjaman Otonom ……………     +   10
Pinjaman Akomodatif ………..     +   20
Stok Nasional …………………     +   20 
Saldo …………………………..            0
Negara C mengalami defisit 20+20=40    

Hubungan langsung antara jumlah uang yang beredar dengan neraca pembayaran
          Hubungan langsung dan otomatis antara jumlah uang yang beredar dengan besarnya difisit neraca pembayaran atau besarnya surplus neraca pembayaran ini hanya terdapat pada sistem standar emas penuh.
          Dalam sistem moneter lain hubungan ini tetap ada tapi sifatnya tidaklangsung dan tidak otomatis.

Defisit dan Surplus Neraca Pembayaran
          Saldo Neraca Pembayaran selalu sama dengan Nol ( 0 ). Hal ini  Karena konse kuensi dari cara membukukan transaksi luar negeri itu sendiri, yaitu apa yang mengalir masuk( Brg & Jasa) di imbangi oleh apa yang mengalir keluar(brg.& Jasa)
          Secara akuntansi neraca pembayaran suatu negara selalu seimbang. Tetapi pos    "saldo" itu sendiri tidak punya arti penting dalam analisa ekonomi.

Neraca pembayaran Negara D
tahun 2009
Ekspor…………………..   +  80
Impor ……………………   -   50
Neraca Perdagangan        +  30
Pinjaman Otonom…….     -   10
Pinjaman akomodatif…     -     5
Stok Nasional …………     -   15
Saldo …………………..           0
Negara D mengalami neraca pembayaran surplus 5 + 15 = 20 unit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar